Rabu, 02 Mei 2012

LAPORAN KUNJUNGAN KE PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS



Alhamdulillah, guru-guru Jingga Lifeschool mendapat kesempatan untuk mengunjungi PT Bogasari. Laporan berikut ditulis oleh Bu Riesa. Simak sama-sama ya:

Pada hari Rabu/11 April 2012, kami perwakilan dari Jingga Life School (Rian Fierranty,  Riesa Kurniawati dan Khansa Fathinah Rahma/putri Bu Ranty) beserta rombongan ibu-ibu Majelis Ta’lim Sakinah (lansia) sekitar 50 orang mengikuti acara Kunjungan ke Kompleks PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS Jl. CILINCING-TANJUNG PRIUK JAKARTA UTARA yang didirikan pada tanggal 29 November 1971, kemudian pada tahun 1998 PT. tersebut menjadi bagian dari PT INDONESIA SUKSES MAKMUR (PT. INDOFOOD).
Kami berangkat dari gerbang Taman Wisma Asri jam 7.45 dan sampai di tempat tersebut jam 9.30. Kami langsung masuk ke pabrik  PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS yang khusus membuat PASTA ( Spagheti dan Macaroni ). Kami disambut dengan hangat dan senyuman oleh bagian HRD dan Manager Produksi Pasta. Kami dikumpulkan  di suatu ruangan dan diberikan pengarahan dan menjelaskan pembuatan pasta oleh Manager Produksi.
 Manager Produksi menjelaskan di pabrik ini ada empat mesin pembuatan pasta yaitu dua mesin pembuatan spaghetti dan dua mesin pembuatan macaroni. Keempat mesin tersebut import dari Jerman dengan harga sekitar 45 milliar. Pasta yang dihasilkan PT. tersebut bermacam-macam ada spagheti besar/tebal, tipis/kecil, pipih dan macaroni ada yang berbentuk koma, bamboo runcing, spiral. Manager Produksi menjelaskan kita boleh mengkonsumsi pasta setiap hari dengan alasan sebagai berikut :
1.    Pasta berprotein tinggi.
2.    Pasta berwarna alami karena terbuat dari biji gandum.
3.    Pasta tidak mengandung zat pengawet ( boraks ).
4.    Pasta tahan lama selama dua tahun.
5.    Pasta sangat baik dikonsumsi oleh tubuh apalagi ketika berpuasa karena pasta tersebut diserap oleh usus secara perlahan-lahan.
6.    Kreasi pasta sangat banyak bisa sebagai isi lontong, dimakan dengan bumbu kacang seperti gado-gado, digoreng sebagai snack, dijadikan mie goring, disoup dan lain-lain.
7.    Pasta bukan terbuat dari tepung terigu yang lama dicerna usus tetapi pasta terbuat dari biji gandum pilihan ( biji gandum import ).
Setelah diberi penjelasan kemudian kami akan langsung melihat pabrik dari pembuatan pasta sampai pengemasan. Sebelum ke pabrik ada tata tertib yang harus dilaksanakan oleh peserta diantaranya :
1.    Diberi penutup kepala yang berfungsi untuk menutup rambut agar saat mengunjungi pabrik tidak ada pabrik yang jatuh ke pembuatan pasta.
2.    Yang memakai perhiasan serta jam tangan harus dilepas dan dimasukan ke dalam tas.
3.    Bagi peserta yang membawa anak, diharapkan tetap terus menggandeng karena banyak terdapat mesin-mesin yang panas.
4.    Peserta diharapkan mengikuti pemandu yakni, Manager Produksi yang akan menjelaskan pembuatan pasta.
Pasta dibuat dari biji gandum, ada dua bentuk pasta yaitu spaghetti dan macaroni. Dimana setiap harinya dapat menghasilkan lebih dari 2 kuintal dari masing-masing pasta dengan penjualan 20 % ke Indonesia dan 80 % ke luar negeri.
Cara pembuatan Pasta adalah sebagai berikut :
1.    Pemilihan biji gandum yang baik.
2.    Pemisahan antara biji dan tepung gandum atau biji gandum diolah menjadi tepung gandum.
3.    Tepung gandum diolah lalu dimasukan ke dalam mesin cetakan pasta baik ke dalam spagheti maupun macaroni. Di sinilah terjadi pemanasan.
4.    Setelah itu, pasta yang sudah menjadi macaroni dimasukan ke mesin pendingin secara alami, yaitu di oven.
5.    Setelah itu dipotong sesuai ukuran spageti atau macaroni.
6.    Pasta tersebut siap untuk dikemas.
7.    Kemasan tersebut dengan berbagai merrek., karena ada yang dieksport ke Jepang, China, Singapura, Vietnam, Malaysia dan lainnya. Kemasan yang dijual di Indonesia bermerk Lafonte.
Selain pasta PT tersebut juga menghasilkan berbagai tepung terigu diantaranya Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, dan Lencana Merah. Ada juga produk saos spagetinya yakni Bolognese, Barbeque dan Tuna.
Setelah selesai mengikuti kegiatan di pabrik pasta, sekitar jam 11 langsung menuju BBC ( Boga Sari Baking Center ) sebagai tempat mengembangkan bisnis dan berinovasi bagi UKM ( Usaha Kecil dan Menengah ). Di BBC ini peserta dikumpulkan untuk melihat demo masak. Diantaranya adalah pembuatan roti, spageti dan pasta.
Saya sebagai perwakilan sekolah Jingga mengikuti praktek memasak selama 90 menit dengan biaya Rp 50.000. Di sana kami praktek membuat roti, dari mengolah adonan, membentuk adonan roti bernagai jenis hingga menghiasnya menjadi roti manis yang menggugah selera.



Bekasi, 11 April 2012
Riesa Kurniawati SE.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar