Kamis, 16 Januari 2014

Pembagian Raport Semester Ganjil 2013/2014

Pembagian Raport pun telah tiba, alhamdulillah anak anak sangat antusias memberikan beberapa penampilan terbaik yang akan mereka perlihatkan kepada orang tua mereka, bahwa di Jingga anak-anak tak hanya belajar akademik, di Jingga anak-anak di ajarkan mengenai kebaikan akhlak, ada tahap tahap kita untuk Hablu minalloh dan Habluminannas, bagaimana mereka berani tampil ke depan tak hanya untuk Kultum berani mengeluarkan pendapat tidak takut salah karena manusia tak luput dari kesalahan.

Acara bagi Raport di mulai dengan Pembacaan Al Quran oleh M. Nuralih kelas 8 dan Saritilawah oleh Vika kelas 8.

 Antusiasme para orang tua/wali murid, mengikuti berbagai rangkaian acara.

 Juara Kelas 7, 8 dan 9 pun mendapatkan penghargaan dari Sekolah untuk memacu anak-anak lebih berprestasi.
 Beberapa Performance anak-anak Jingga, ada Marawis, Tarian Padang dan di akhiri dengan Pembagian Raport perkelas.



Rabu, 27 November 2013

Pelatihan "Owl Brooch" di Museum Nasional, Jakarta dan Outing Class ke Crafina 2013

Jingga mempunyai kesempatan istimewa bersama salah satu guru dan murid Jingga yaitu Bu Sumi dan Nurul mengikuti pelatihan yang di adakan di Museum Nasional Jakarta, acara ini berupa workshop pelatihan handycraft yaitu bermacam-macam kerajinan handmade di selenggarakan yaitu pelatihan pembuatan boneka flanel, Paper Quiling, Origami, Rajutan, Melukis di atas media kayu dan gelas serta Bottle Cap Holder.

"Teman-teman kita ada di MusNas"
Pelatihan Pembuatan Boneka Owl ternyata susah-susah gampang ya teman, Alhamdulillah kami di beri contoh polanya, kita lihat Nurul dan Bu Sumi serius sekali ya :


Owl nya Nurul berwarna Merah Bata dan Bu Sumi berwarna biru tosca, wahh lucu dan kreatif sekali ya, besok jangan lupa ya di ajarkan kepada teman-teman di Sekolah...


Ini dia hasil akhirnya Owl Flanel buatan Bu Sumi dan Nurul dan Bottle Cap Holder buatan Bu Reni, insya Allah nanti kita praktekan di Sekolah ya :)




Selasa, 26 November 2013

Kunjungan ke INDOCRAFT 2013

Jingga mencoba membuat tapak baru...

Memasuki tahun ajaran ini kami mencoba belajar sesuatu yang baru, tak selalu harus belajar duduk di kelas namun kali ini kami mencoba mengajarkan anak-anak kami belajar dari dunia luar, kali ini kita belajar mengenai berbagai macam handycraft di pameran INDOCRAFT 2013 di JCC, Senayan, Jakarta.

Anak-anak senang sekali mengunjungi pameran, dan mereka baru pertama kali mengunjungi pameran dan mereka begitu takjub, melihat berbagai macam handycraft yang di pamerkan :

anak-anak  dan bu guru di stand Quilting
Subhanallah Sisi dapat hadiah dompet bordir dari ibunda Anna Avantie, itu loh yang Perancang Kebaya terkenal itu, satu kalimat yang tergiang dari beliau yaitu "ibu sangat mencintai Craft, dan sangat menghargai setiap produk craft

Anak-anak belajar mengenai analisis pasaran handycraft yang di jual, biaya produksi sehingga mencapai keuntungan dalam berapa tahun, insya Allah kita dapat mengaplikasikannya di sekolah dan kehidupan sehari-hari.


ternyata membuat produk yang layak jual itu tak gampang, harus unik, model tidak pasaran dan bisa bersaing pasti serta mempunyai tempat tersendiri di hati konsumen, itu yang terpenting selain dari sisi estetika dan kerapihan produksi.

insyaAllah jingga ingin melahirkan jiwa-jiwa wirausaha yang dapat bersaing di kehidupan nantinya, amiin. 





Kamis, 07 November 2013

Pelatihan Dokter Cilik dengan BAZNAS

Alhamdulillah Bulan Oktober ini, SMP Terbuka Jingga mendapatkan kesempatan pelatihan kesehatan dari Baznas, Pelatihan ini ditujukan kepada siswa/i Jinggalifeschool yang di harapkan agar dapat di hasilkan dokter-dokter cilik yang dapat menolong teman temannya Pertolongan pertama pada kecelakaan kecil yang terjadi di sekitar sekolah.

Pelatihan ini di ikuti oleh beberapa siswa terpilih, dimulai dengan tilawah oleh teman kita kelas 8, Devi Noviyanti, dan kita lihat keseruan teman-teman jingga belajat menjadi Duta Sehat Sekolah Jingga :





Beberapa anak ada yang mendapatkan doorprize loh :)


 Selain di berikan bantuan kesehatan, berupa obat-obatan, Alhamdulillan Baznas juga memberikan  beberapa penunjang kesehatan sekolah seperti Timbangan Badan, alat pengukur tinggi badan dan tempat sampah.


Jingga mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang di berikan Baznas karena bersedia berbagi ilmu kepada Jingga, harapannya kedepan kami menunggu kedatangan teman-teman untuk berbagi ilmu untuk kemajuan pendidikan anak bangsa.

Kamis, 10 Oktober 2013

Selasa, 17 September 2013

PARADIGMA "sekolah gratis" NEW VERSION

Jingga Life School, berawal dari sebuah TKBM dan SMP Terbuka yang diperuntukkan bagi anak2 Dhuafa dan kalangan ekonomi rendah.

Dalam perjalanannya, ada lompatan2 yg ingin kami raih hingga menjadikannya sebagai Life School, Sekolah Kehidupan. Sekolah yg bukan skadar sekolah atau skadar lulus setelah sekolah setelah itu menjadi beban sosial krn kembali tdk melanjutkan sekolah tingkat atas. lahirlah kemudian "Jingga Life School"


Sayangnya, labelisasi dan statusisasi pada anak2 dg kata2 "Dhuafa", "Tidak Mampu" membuat mindset, sikap dan mental sulit untuk "move on" dari level mereka. Walau secara bakat mereka luar biasa.


Maka, dengan visi "menuju kemandirian & keberdayaan tahun 2015", Kami sepakat untuk memunculkan paradigma baru tentang "Sekolah Gratis" Jingga Life School.


Dalam sejarah,

Gratis selalu memberikan efek pada sikap & mental.
Meski apapun sebenarnya juga memberikan efek pada sikap & mental di setiap lintasan peristiwa hidup.

Membuka ruang toleransi yg berlebih pada istilah gratis, membuat siapapun yg menikmatinya akan terlena sepanjang hayat. Ia akan tumbuh menjadi pribadi tidak produktif, susah berkorban apalagi mau berbagi.


Gratis menjadi pintu penahan SEGUDANG produktifitas yg semestinya bisa di-EKSPLORASI menjadi sebuah nilai yg bermanfaat bagi diri dan kehidupan.


Kami sepakat istilah gratis tdk dari JINGGA, tapi gratis yg proporsional & profesional dengan beberapa pemikiran antara lain :


1. Kita bukan tidak ingin diberikan bantuan oleh orang lain, kita tetap membutuhkan bantuan orang lain, akan tetapi bukan atas dasar "rasa dikasihani" yg membekukan produktifitas segenap civitas.


Sebagai contoh, Untuk mendapatkan tambahan karpet nyaman buat sarana belajar anak-anak di jingga, bisa dg saling berbagi profesional ilmu kepada orang/pihak lain, sehingga mereka menghargai keilmuan kita, dan memberikan apresiasi atas ilmu yg mereka dapat dng memberikan karpet nyaman buat sekolah kita.


2. Ada bantuan dana yang biasanya habis terpakai, kini kita manfaatkan dalam bentuk lain yang lebih produktif dan memperkaya wawasan belajar dengan mengembangkan Hidroponik atau Jingga Life Store misalnya.


Apakah dana tersebut habis ketika dibelanjakan peralatan & perlengkapan Hidroponik? Secara fisik uang saat ini ia habis. Akan tetapi secara investasi, bahkan ia semakin BERTAMBAH.


Investasi keilmuan bertambah, investasi nilai karya bertambah, sampai pada transformasi ekonomi mengalirkan arus uang dari luar ke dalam institusi jingga pun sebagai sarana melanjutkan roda operasional kegiatan belajar mengajar di Jingga bukan mustahil akan segera terjadi.


Saat Ramadhan lalu, begitu banyak pihak yg mengundang Siswa Siswi Jingga dalam rangka Buka Puasa Bersama sekaligu santunan untuk Yatim Dhuafa.

Tapi ketika mereka ditanyakan apakah mereka nyaman dengan labelisasi dan statusisasi tersebut, mereka dengan tegas menjawab, "Tidak, pak!"

Bahkan mereka bertekad, "Tahun depan kami yang akan undang dan bagikan santunan, pak!"

Bahkan santunan yg mereka terima saat Ramadhan lalu, mereka berikan lagi kepada mereka yg menurut mereka lebih "tidak mampu" dari mereka. Termasuk membantu perbaikan salah satu teman mereka yg rumahnya hampir roboh.

JINGGA LIFE SCHOOL bukanlah sekolah gratis.

Seperti paradigma lalu yg telah kita lalui bersama.

JINGGA LIFE SCHOOL adalah sekolah yg memiliki jati diri mandiri yg selalu siap berbagi di tengah keterbatasannya kini.


Kuatkan ikhtiar kami dan berikan istiqomah ya Rabb dalam melahirkan siswa siswi JINGGA LIFE SCHOOL yang SOLEH, KAYA, DERMAWAN


Ari Maryadi,

Founder Jingga Life School





Jumat, 13 September 2013

Hydroponic Project

Alhamdulillah Jingga Menghijau.......

Sempitnya lahan bukan alasan kita untuk tidak berkebun, begitu senangnya jikalau sayur mayur yang kita makan berasal dari kebun sendiri, ternyata ada seni belajar dalam kegiatan tanam menanam ini.

Jingga ikut menerapkan bertanam sistem hidroponik dalam kegiatan belajar sekolah, bertanam tidak hanya dengan media tanah namun dapat dengan media air, tidak membutuhkan lahan berpetak petak, namun dengan memanfaatkan barang bekas seperti botol botol bekas, sistem bertanam bertingkat yang di sebut dalam dunia hidroponik adalah NFT,


"Jingga Menghijau"
Dengan media tanam cocopeat dan rockwool kakak jingga sibuk menanam sawi yang di tempatkan di bambu yang telah di belah.


"Packing Time"

"Semoga cepat besar..."