Minggu, 14 Agustus 2011

PT LINTASARTA dan PKPU Adakan Peresmian Bedah Sekolah Terbuka Jingga di Bekasi


BEKASI – Semua anak di Indonesia berhak mendapat pendidikan,namun sering faktor ekonomi menjadi alasan kendala tidak bersekolah seperti yang diprogramkan pemerintah, wajib belajar 9 tahun. Karena penghasilan dari orang tua yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga pendidikan sianak terbengkalai. Kepedulian terhadap pendidikan generasi bangsa tak hanya dari pemerintah tapi juga semua kalangan saling bersinergy mendukung mengetaskan krisis tersebut. Seperti halnya PT Lintasarta yang menggandeng PKPU bekerjasama melakukan bedah sekolah untuk sekolah terbuka Jingga di jalan Taman Wisma Asri Bekasi (21/4/2011).


Sebelum dilakukan bedah sekolah ini, para siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kalangan masyarakat  marjinal tersebut  untuk kegiatan belajar mengajarnya dilakukan secara nomaden, jika waktu sewa tempat telah habis maka akan pindah ketempat yang biaya sewanya lebih murah. bahkan menumpang dimasjid Al-Mutaqin yang memiliki gedung sekolah madrasah, atau menumpang rumah masyarakat sekitar yang menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat bersekolah.
 
Kini setelah memiliki gedung sendiri, dengan sistem pengajaran moving class siswa Sekolah Terbuka Jingga yang berjumlah 80 anak dengan 8 tenaga pengajar tersebut dapat melakukan kegiatan pendidikannya dengan nyaman sama seperti sekolah lainnya. Tak heran jika aksi kepedulian pendidikan kerjasama Lintasarta dan PKPU  ini begitu disambut gembira baik dari civitas sekolah Jingga maupun orang tua dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah,anak saya  Rahmat Irfan Hikmi mau bersekolah disekolah terbuka karena bebas biaya. Jadi saya dan bapaknya (suami-red) jadi tidak terlalu pusing tentang pembayaran sekolah. Juga disini kan diajarin mengenai agama seperti diingatkan sholat. Apalagi sekarang sudah ada bangunan sekolah sendiri, tadi saya lihat ruangnya bagus. Saya senang dengan keadaan ini anak tidak minder lagi karena sekolahnya”, ungkap Mariyem salah satu orang tua siswa yang kini menduduki kelas 3 di SMP Terbuka Jingga Bekasi.
 
Acara peresmian serah terima gedung dan perencanaan program sekolah berbasis  ICT (Information Comunication Technology) tersebut dihadiri oleh jajaran direksi PT. Lintasarta , direksi PKPU Pusat,  Junarsih  Kepala Bidang  Pendidikan Dasar Kota Bekasi dan staffnya, para wali murid, guru dan siswa Sekolah Terbuka Jingga. Selain kegiatan tersebut digelar juga pelayanan pengobatan gratis oleh tim medis PKPU.
Mengenai Sekolah berbasis teknologi komunikasi dan informasi, PT. Lintasarta mendonasikan sebanyak Rp.143 juta  biaya pembangunan  juga memfasilitasi 5 unit computer kepada sekolah terbuka Jingga, dan menyusul  kembali memberikan dana sebesar 25 juta untuk kelanjutan pembangunan sekolah. ” sekolah terbuka Jingga merupakan sekolah yang pertama kali menggunakan basis ICT dan yang terbagus, tak kalah dengan sekolah yang biaya pendidikannya mahal. Karena bisa mungkin dari para siswa tersebut muncul generasi unggulan yang membanggakan”, ungkap Junarsi Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam sambutannya.
Program pendidikan berbasis ICT ini merupakan teknologi informasi dan komunikasi untuk dunia pendidikan. Dengan demikian terwujudlah pemerataan pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, yang dapat menghasilkan generasi unggulan untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. (PKPU/Mareno/Jakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar